News Categories

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Inner Beauty


Speak Up the Thought
Pemikiran yang hebat hanya akan tinggal cerita kalau kamu tidak pernah mengemukakannya pada siapapun. Bukan berarti harus selalu menanggapi setiap omongan orang. Tetapi harus pintar juga melihat waktu dan membaca situasi yang pas kamu akan angkat bicara. Kalau masih malu untuk menyampaikannya lewat verbal, tulis dalam blog dan publikasikan. Kalau dilakukan secara rutin, bis jadi ajang melatih keberanianmu untuk speak-up. Tulis nama dan fotomu agar blogger lain yang mampir dan membaca tahu, kalau tulisanmu tidak hanya sekedar copy-paste.

Make Up Your Mind
Mempunyai sikap sama pentingnya dengan mengemukakan pendapat. Sah-sah saja kamu menolak ajakan saat kamu memang tidak kepingin. Your attitude tells about how you wanna be treated. Mempertahankan prinsip atau pendirianmu bisa jadi daya tarik yang sangat besar. Selama tidak meyalahi aturan atau merugikan orang lain tentunya.

Real Sincerity
Hal-hal yang sederhana justru bisa jadi pemanis yang membuat orang lain terkesan. Selalu memasang muka ramah, senyum tulus, mengucapkan 3 kalimat yang sakti, yaitu terima kasih, tolong, maaf, menjawab pertanyaan tanpa menunjukan sikap terganggu, bertanya dengan rasa tertarik yang tidak dibuat-buat. Gunakan pakaian yang nyaman dan rapi agar orang lain semakin tertarik untuk betah berlama-lama dekat dengan kita.

Talk Properly
Bisa berbicara saja ternyata tidak cukup. Sampaikan pendapat dengan volume yang dapat didengar, artikulasi jelas, jangan salah ucap yang bisa menyinggung perasaan seseorang. Pastikan ritme bicara tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. mendengar juga sama pentingnya dengan berbicara, jadi setiap ada yang menyampaikan pendapat simaklah dan jangan menyela. Seseorang dapat tertarik pada perempuan yang mampu menciptakan suasana perbincangan yang dua arah, mengalir dan tidak aku sehingga lawan bicara merasa nyaman.



Lindy Tetap Menang


Dari dahulu Tutu, si kura-kura selalu ingin mengalahkan Lindy si kelinci. Semua binatang tahu bahwa Tutu berjalan sangat lambat sedangkan Lindy bisa berlari cepat. Namun,Tutu berniat mengalahkan Lindy dengan berbagai cara. "Aku harus mengulang kemenangan leluhurku dahulu", tekad Tutu. "Jangan mengandalkan keberuntungan", kata Paman Bino, seekor kura-kura yang bijak."Waktu itu kakek buyutmu beruntung".

Pikirkan kalau kelinci tidak beristirahat, dia pasti akan menang. Kita, para kura-kura memang ditakdirkan berjalan lambat. Tetapi kita diberi kelebihan lain oleh Yang Kuasa. Apa, kelebihan kita,Paman? tanya Tutu. Kerena sangat ingin mengalahkan kelinci dalam perlombaan lari, dia sama sekali tak ingat kelebihan yang dimilikinya.Tempurung kita yang sangat kuat.Tempurung itu melindungi tubuh kita, kata Paman Bino.

Ah,tetap saja, menang lomba lari lebih keren, Paman,Tutu berkilah. Boleh saja kamu coba lomba lari dengan kelinci.Tetapi,berbuatlah jujur dalam pertandingan, pesan paman Bino.Tutu menggangguk.Tetapi, diam-diam dia sudah memilikirkan berbagai cara agar menang lomba lari melawan Lindy, kelinci lawannya. Mereka akan memulai perlombaan besok pagi.Keesokan harinya,Tutu dan Lindy siap di kaki bukit.Tutu menyiapkan beberapa rencana agar bisa menang.
 
Satu...Dua...Lari! teriak Didi burung yang memberi aba-aba.
Lindy langsung melesat meninggalkan Tutu. Lihat saja, aku akan menang, teriak Lindy, membuat Tutu semakin ingin mengalahkannya.Sementara Lindy melesat,Tutu hanya mampu berjalan pelan. Lindy berlari terus.di pikirannya hanya satu tujuan,harus menang. Kaki-kakinya berlari tanpa henti. Meski godaan untuk berhenti sangat  kuat, dia tak peduli.

Kalau sampai garis akhir, aku baru boleh berhenti! katanya pada diri sendiri. Tiba-tiba,di depannya dia melihat seekor kura-kura berjalan. Lo, kok, Tutu sudah melewatiku? Pikirnya heran. Ha ha ha! kata siapa kamu yang menang? Aku lebih cepat, ujar pipi, kura-kura yang menyamar sebagai Tutu.

Lindy mengamatinya Aha! Dia tahu sekarang, itu bukan Tutu. Ukuran tutu sedikit lebih besar dibandingkan kura-kura ini. Jangan mengecohku, aku tahu kamu bukan Tutu. Sampai jumpa!" Lindy pun berlari meninggalkannya.
Mendengar teriakan Lindy dari kejauhan, hati Tutu cemas. Dia tetap berjalan sesuai kemampuannya sambil berharap semiga keduanya berhasil.

Beberapa saat setelah berlari, Lindy melihat wortel-wortel segar berceceran di tanah. Berlari membuatnya lapar dan haus. Dia sudah hampir berhenti untuk menikmati wortel-wortel itu. Namun, dia ingat tekadnya. "Aku hanya akan berhenti jika sudah sampai garis akhir". Dia pun berlari lebih kencang meninggalkan wortel-wortel itu.

"Tutuuuu, aku tahu itu pasti perbuatanmu. Aku tidak akan tergoda!" teriak Lindy. Tutu semakin cemas mendengarkannya. "Semoga jebakanku berhasil. Hanya itu satu-satunya harapanku," katanya cemas. Di menggerakan kakinya sekuat tenaga.

Bruuk! Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Rupanya Lindy terperosok dalam lubang perangkap yang dibuat Tutu dan teman-temannya. Tutu tertawa. "Ha ha ha! Aku yakin menang, Lindy!" teriaknya mengejek. Tak lama lagi dia akan melewati lubang itu. "Curang ! Takkan kubuarkan kau menang dengan cara curang," kata Lindy kesal.

Dia mencari akal agar bisa keluar dari lubng tersebut. "Ternyata di dalam lubangterdapat sebuah batu yang menonjol. Dia segera melompat sekuat tenaga kea batu itu.

Hap! Dengan dua loncatan Lindy berhasil keluar. Sekarang tenaganya terkuras habis. Tutu sudah melewati perangkap itu. Namun, Lindy tak mau menyerah. Dengan sisa-sisa kekuatannya dia berlari lagi, lagi, lagi dan lagi hingga melewati garis akhir.

Aku tetap menang, Tutu! Lihat saja, cara curang takkan menang!" teriak Lindy.

Binatang-binatang yang berkumpul menyaksikan perlombaan itu bersorak-sorai mengelu-elukan Lindy. Sementara Tutu hanya mendapatkan malu karena kecurangannya.

Inti dari cerita ini, kita hidup tidak bleh sombong, dan juga  harus perjuang keras untuk tekad yang baik


  • sumber: Fita Chakra - Bobo

Popular Posts

Powered by Blogger.